SNMPTN Bukan Momok Menakutkan


SNMPTN adalah salah satu sistem seleksi untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. Namanya sering berubah-ubah. Dulu dikenal sebagai PMDK, lalu Jalur Undangan, berganti menjadi SNMPTN Undangan lalu akhirnya menjadi SNMPTN. Seleksi ini didasarkan pada rekam jejak prestasi calon mahasiswa selama duduk di SMA. Secara ringkas, beberapa poin yang sering digunakan PTN sebagai pertimbangan untuk menjaring siswa baru yaitu rata-rata nilai rapor, nilai rapor di mapel-mapel tertentu, kestabilan nilai rapor, asal SMA, indeks SMA di PTN tersebut, rekam jejak alumni di PTN tersebut, prestasi akademis non-akademis, dan bahkan mungkin nilai UN. Yang perlu digarisbawahi adalah setiap universitas memiliki pertimbangan yang berbeda-beda untuk menjaring mahasiswa baru.Lalu, apakah harus mengetahui pertimbangan-pertimbangan yang dipakai oleh universitas yang dipilih? Perlu. Tapi, tidak sangat dibutuhkan. Yang kalian butuhkan adalah pengetahuan tentang universitas dan teknis-teknis SNMPTN, seperti: tata cara pemilihan jurusan. Tiap tahun panitia akan mengupload panduan SNMPTN. Selain itu, biasanya sekolah-sekolah akan membagikan panduan SNMPTN pada siswanya. Biasanya pemilihan jurusan untuk SNMPTN diadakan bulan Februari.

Tahun 2014 lalu, saya mengikuti SNMPTN. Alhamdulillah bisa diterima. Jadi, worth it lah ya, kalau nulis tulisan kayak gini... Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan, saya akan memberikan analisis/hasil pengamatan mengenai pertimbangan di beberapa PTN.


1. UNDIP
Jika saya mengamati, pertimbangan yang dipakai Undip adalah nilai rapor, prestasi, dan asal SMA. Untuk SMA dari Jawa Tengah mungkin lebih dimudahkan daripada SMA dari provinsi lain. Tapi untuk beberapa fakultas, seperti Fakultas Kedokteran, pertimbangan ini tidak akan berlaku. FK akan mempertimbangkan nilai rapor, prestasi, dan indeks SMA.

2. UGM
UGM hampir sama dengan Undip. Bedanya, SMA dari provinsi Yogyakarta akan lebih dimudahkan dari SMA provinsi lain. Bahkan di SMA tertentu, jumlahnya siswa yang diterima sama dengan jumlah yang diterima tahun sebelumnya. Misalnya, yang diterima tahun sebelumnya adalah 3 siswa maka yang diterima tahun itu juga sekitaran 3 siswa. Untuk FK, nilai rapor harus “dewa”, prestasi bagus, dan indeks SMA harus bagus.

3. UI
Hampir sama dengan UGM dan Undip, yang dipakai adalah nilai rapor dan asal provinsi SMA.

4. ITB
Alhamdulillah, penulis diterima di ITB lewat SNMPTN. ITB cukup berbeda dengan universitas lain. Apa perbedaannya? Kalau di ITB, kamu tidak akan langsung ke jurusan, tapi ke fakultas terlebih dahulu. Maksudnya? Tahun 1 disebut juga TPB. Kalian masih disebut sebagai mahasiswa fakultas. Lalu, pemilihan SNMPTN gimana? Berarti, kamu memilih fakultas yang disana ada jurusan yang kamu idamkan. Misalnya, penulis ingin masuk ke jurusan Teknik Perminyakan, maka di SNMPTN saya memilih FTTM ITB. Contoh lain, jika ingin masuk Teknik Geologi maka kamu seharusnya memilih FITB. Untuk lebih lengkapnya bisa dikunjungi di web resmi ITB.

Ada beberapa pertimbangan yang dipakai selain nilai rapor dan asal SMA yaitu beasiswa, akselerasi, dan peminatan. (BACA DETAIL DISINI ).  Jadi jika ingin masuk ITB, manfaatkan betul-betul jalur-jalur ini. Ingat ini hanya sebatas pengamatan saya di tahun 2014. Di ITB, asal SMA juga cukup penting. SMA yang berasal dari Bandung dan Jakarta cenderung akan lebih mudah diterima. Karena, SMA itu sudah memiliki indeks yang baik di mata ITB.

Mengapa SMA dari provinsi yang sama dengan suatu universitas lebih mudah diterima? Karena, pemerintah berpikir bahwa dengan sistem begitu, kesempatan untuk membangun daerahnya sendiri lebih besar. Lalu, apakah analisis di atas benar? Analisis ini tidak sepenuhnya benar ya. Ini hanya hasil pengamatan asal-asalan pada beberapa teman saya. Jadi, jangan sampai tulisan di atas malahan men-discourage anda. Oleh karena itu, berdasarkan beberapa sumber, saya akan berusaha merangkumkan tips-tips menghadapi SNMPTN.

1. Pra-Pemilihan jurusan dan universitas
  • Perhatikan benar-benar panduan SNMPTN. Setiap tahun, pasti akan ada panduan yang diupload di website resmi SNMPTN. Jangan lupa di-download. Setiap tahun, biasanya rulenya tidak sama. Contoh, di tahun 2012 kalian diperbolehkan memilih 4 jurusan, dengan peraturan 1 universitas maksimal 2 jurusan, universitas tidak dibatasi. Di tahun 2013 diperbolehkan memilih 4 jurusan tapi universitas dibatasi. Salah satu Universitas harus berada di provinsi yang sama dengan asal SMA. Kalau tahun 2014, hanya diperbolehkan memilih 3 jurusan, salah satu universitas harus berada di provinsi yang sama dengan asal SMA.
  • Usahakan memilih jurusan sesuai dengan passion. Mengapa? Karena saat kamu di Universitas, kamu akan mendapatkan banyak tugas yang sudah pasti berat. Kalau kamu tidak bisa menikmati, kamu akan menjadi tertekan dan ujung-ujungnya malah DO.
Masih bingung dengan passion mu? Mungkin beberapa pertanyaan ini bisa 
membantu.
           - Hal apa yang selalu kamu lakukan dengan senang?
           - Hal apa yang tidak membuatmu lelah saat melakukannya?
           - Apa mata pelajaran dengan nilai terbaik?
  • Usahakan memasuki universitas dan jurusan yang kamu idamkan. Hal ini menjadi cukup penting. Karena, saat kamu memasuki universitas yang kamu idamkan akan timbul motivasi yang lebih besar dalam menuntut ilmu.

  • Menyadari kemampuan diri. Di SNMPTN ini apa yang ingin kamu cari? Hanya sekedar diterima atau diterima sesuai keinginannmu? Jika kamu ingin mencari aman dan langsung diterima lewat SNMPTN, pilihlah universitas dan jurusan sesuai dengan prestasimu selama ini. Seringkali siswa masih egois dan tidak mau menyadari kemampuannya, entah itu kemampuan intelegensi, mental, dan material. Sehingga, seringkali didapatkan cerita mengenai kegagalan-kegagalan SNMPTN dikarenakan memilih jurusan/universitas yang "terlalu tinggi" buatnya. Saran saya adalah teman-teman harus sering bertanya pada diri teman-teman, contohnya: Apakah aku layak dan pantas diterima disana? Ya, kalau misalnya teman-teman merasa tidak layak ya sudah jangan diambil. Carilah tempat kuliah yang menurut teman-teman pantas. Ingat, dengarkan kata hati. Misalnya, teman-teman sudah mengambil keputusan dan menurut orang lain pilihan itu "terlalu tinggi" untuk teman-teman, saran saya adalah Jangan dengarkan. Jika kamu adalah seorang pemimpi dan percaya akan kemampuanmu maka pilihlah sesuai dengan idamanmu. Be an Idealist!! Jangan pernah takut dengan yang namanya kegagalan di SNMPTN.

  • Lakukan pendekatan dengan Tuhan. Mintalah petunjuk dari Sang Maha Kuasa jika kamu benar-benar bingung tentang pengambilan pilihan di SNMPTN. Allah tahu jalan yang terbaik untuk umat-Nya. Jika Islam, lakukanlah Sholat Istikharah. Saat SNMPTN dulu, saya juga Sholat Istikharah. Meskipun, saya tidak mendapatkan tanda-tanda langsung, seperti: mimpi, dll. Tapi, akhirnya saya mendapatkan sesuatu yang lebih penting yaitu keteguhan hati.

  • Usahakan sesuaikan cita-cita dengan jurusan yang kamu ambil. Sekarang banyak sekali, orang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya dan banyak sekali mengatakan bahwa jurusan tidak menentukan masa depan. Iya, memang betul. Tapi, saya seorang yang masih percaya pepatah “the right man on the right place”. Kenapa? Lihatlah kondisi Indonesia. Ada beberapa pejabat/menteri yang ditempatkan tidak sesuai dengan keahliannya. Banyak hal yang ditaruh tidak sesuai pada tempatnya. Begitu juga saat memilih jurusan. Banyak orang memilih jurusan dengan asal-asalan. Karena merasa bahwa jurusan tidak terlalu penting untuk masa depan. Tapi, percayalah suatu hal. Saat teman-teman memiliki cita-cita, usahakan mengambil jalan yang akan mendekati cita-cita tersebut. Contoh: Bila bercita-cita menjadi seorang penemu obat untuk HIV, maka ambillah jurusan Farmasi, Biologi atau Kimia. Tidak mungkin kan dengan cita-cita tersebut, mengambil Teknik Mesin atau Elektro. 
  • Jangan pernah malu bertanya kepada kakak kelas yang berada di PTN tujuan. Bila merasa masih belum yakin, teman-teman bisa bertanya tentang hal teknis atau nonteknis, seperti: bagaimana hidup di sana, kuliah di teknik sulit atau tidak, makanan disana enak atau tidak, hingga biaya hidup sehari disana berapa. Mungkin dengan beberapa pertanyaan itu, teman-teman bisa menjadi lebih yakin. Intinya, jangan pernah malu bertanya pada kakak kelas. Kakak kelas akan dengan senang hati menjawab segala pertanyaan kita, tapi juga jangan bertanya informasi, seperti: Undip itu di Semarang ya? Di Undip ada Fakultas Hukum? ITB ada Fakultas Ekonomi? Unair ada Teknik Mesin? Ketahuilah teman-teman. Itu merupakan pertanyaan yang jawabannya bisa dengan mudah kita dapatkan dari internet. Jadi, jangan bertanya yang begituan ya..
  • Jangan pernah pedulikan yang namanya Passing Grade. Perlu teman-teman ketahui apa yang dimaksud Passing Grade. Passing Grade adalah nilai minimal yang bisa diterima di suatu jurusan pada tahun tertentu dengan jalur SBMPTN. Misal, PG 2014 FTTM ITB adalah 65%, kuota 100. Artinya, nilai terkecil siswa (atau siswa yang mendapat peringkat 100) yang diterima di FTTM ITB tahun 2014 lewat jalur SBMPTN adalah 65%. Tiap tahun PG itu berbeda-beda, tergantung saingan. Biasanya, yang bikin PG adalah Bimbingan belajar. So, nggak ada kaitannya Passing Grade dan SNMPTN. Yang perlu diperhatikan di SNMPTN adalah tingkat keketatan. Biasanya suatu universitas akan mengeluarkan tingkat keketatan relatif untuk masing-masing jurusan di website resmi mereka. Untuk ITB, tingkat keketatan relatifnya sebagai berikut. Sangat tinggi: FTTM, FTI, STEI. Lebih Tinggi: FITB, FTMD, FTSL, SAPPK, SF. Tinggi: FMIPA, FSRD, SBM, SITH. Cara memilihnya, usahakan jangan pilih 2 jurusan dengan kategori sama. Kalau PTN yang teman-teman tuju tidak memberikan data tentang tingkat keketatan, teman-teman bisa bertanya pada kakak kelas.

  • Beberapa hal lain yang mungkin bisa dipertimbangkan, seperti: prospek kerja, adanya alumni sekolah di PTN yang dituju, akreditasi, dll. Sewaktu SNMPTN, setiap siswa pasti akan menghadapi kebingungan. Bingung pilih ini atau itu. Pertimbangkanlah kembali dari berbagai segi.

Ini adalah contoh sewaktu saya mempertimbangkan pilihan di SNMPTN. Saya memiliki passion di Kimia dan Fisika. Tidak suka dengan Biologi. Saya suka pekerjaan lapangan dan praktek. Kemudian, saya memilih kuliah di teknik. Maka, jurusan yang kira-kira sesuai dengan passion adalah Teknik Perminyakan, Pertambangan, Sipil, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Geofisika, dan Geologi. Saya lalu bingung memilih teknik dimana. Kakak kelas saya datang sosialisasi tentang ITB. Akhirnya, saya tergiur masuk ITB. Karena sistem di ITB yang berbeda yaitu harus memilih fakultas di SNMPTN. Disitu, lalu saya harus memilih 2 fakultas. Setelah menimbang-nimbang saingan dan passion. Saya memilih FTTM dan FTSL. Pada awalnya, saya cukup bingung memilih FTTM atau FTI sebagai pilihan pertama. Kedua fakultas ini berada di kategori yang sama, Sangat Tinggi. Setelah mempertimbangkan dari pekerjaan lapangan dan prospek, saya memilih FTTM. FTTM lebih sering berada di lapangan, sehingga saya rasa tidak akan membosankan. Tidak munafik. Dari segi prospek setelah melihat tracer study lulusan FTTM, saya akhirnya memilih FTTM. Selain itu, teman saya satu sekolah juga ada yang mengincar satu kursi di FTI. Maka dengan pertimbangan yang cukup banyak, akhirnya saya pilih FTTM. Pilihan kedua saya jatuhkan di FTSL, karena disana ada jurusan Teknik Sipil. Untuk pilihan ketiga, saya merasa Undip merupakan tempat yang bagus. Karena, tidak ada Perminyakan dan Pertambangan di Undip. Saya memilih Teknik Kimia sebagai pilihan ketiga. Beruntung, waktu itu orang tua tidak mengharuskan apa-apa. Orang tua memberikan kebebasan sepenuhnya dalam memilih jurusan. Orang tua malahan menyarankan saya untuk masuk sekolah kedinasan, semacam STIS atau STAN. Orang tua tidak memaksa, hanya menyarankan. Disitu lah saya berusaha memberikan pengertian bahwa saya lebih menyukai kuliah di universitas. Tanpa bermaksud mengecilkan sekolah kedinasan, saya lebih menyukai pekerjaan yang nantinya terjun di lapangan. Apabila menjelaskan dengan halus dan penuh pengertian, saya rasa orang tua akan mengerti pilihan kita. 

Setelah melakukan berbagai pertimbangan, pilihan saya sewaktu SNMPTN 2014 sebagai berikut:
1.   FTTM ITB
2.   FTSL ITB
3.   Teknik Kimia UNDIP

2. Pasca-Pemilihan jurusan dan universitas
  • Perbanyaklah amalan-amalan dalam rangka mendekatkan diri pada-Nya.Hal ini sangat penting, karena SNMPTN tidak akan berlangsung seperti yang dibayangkan. Ada beberapa factor diluar prestasi akademis. SNMPTN ibarat undian berhadiah. Jangan pernah putus asa, bila nilai rapor kamu kurang bagus. Pengalaman tahun 2014, banyak siswa yang pandai tapi belum diterima di jalur SNMPTN. Siswa yang dibilang tidak terlalu pandai/biasa-biasa saja, malahan diterima. Jika Kamu Muslim, tambahlah ibadah seperti: Puasa Senin-Kamis, Sholat Dhuha, sedekah, sholat tahajjud, Puasa Nadzar, dll. Ingatlah. Tidak ada Do’a yang tidak dijabah oleh Allah. Asal dilakukan dengan sungguh-sungguh, saya rasa setiap do’a akan dikabulkan oleh Allah.

  • Persiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi SBMPTN. Hidup tidak akan selalu berlangsung sesuai dengan harapan kita. Kadangkala, do’a yang kita ucapkan setiap hari tidak langsung dikabulkan oleh Allah SWT. Bukan tidak dikabulkan, tapi belum. Ataupun Allah mungkin telah menyiapkan sebuah rencana yang lebih indah daripada do’a kita sebelumnya. Percayalah itu, Teman-teman. Jadi, saran saya. Persiapkan diri kamu secara mental, apabila kamu tidak diterima di SNMPTN. Mental adalah suatu hal yang sangat mendasar. Tanpa mental bagus, kita bisa menjadi orang yang penakut. Akibatnya, langsung menurunkan target kita di berbagai hal. Setelah memperbaiki mental, lalu persiapkan diri dengan belajar dan berdoa untuk menghadapi SBMPTN. Entah mengapa, saya merasa orang yang diterima lewat SBMPTN itu lebih keren dari yang diterima lewat SBMPTN. Jadi bila tidak diterima di SNMPTN, anggap saja SBMPTN sebagai ajang pembuktian tingkat kekerenan Teman-teman.. :)

Ada sebuah kisah dari teman saya yang tidak diterima di SNMPTN. Teman saya, sebut saja Aan (bukan nama sebenarnya). Dia mendaftar jurusan Teknik Kimia ITS. Tapi, jurusan itu menolaknya secara halus lewat SNMPTN. Hatinya sakit saat itu. Tapi, mentalnya tidak. Dia selalu memegang teguh sebuah kata mutiara: Jangan pernah menurunkan target, tapi tingkatkanlah usaha. Dia percaya masih ada jalan lain selain SNMPTN, sehingga bisa bersekolah di kampus idamannya. Lalu, teman saya itu dengan penuh keyakinan menghadapi SBMPTN. Pilihannya sama sekali tidak diturunkan. Semangatnya sama sekali tidak turun. Kepercayaan dirinya sama sekali tidak surut oleh penolakan itu. Hasilnya, sekarang dia sedang duduk menimba ilmu di kampus idamannya, ITS. Siap menempuh pendidikan dan meraih gelar Sarjana Teknik di bidang Teknik Kimia.
  • Persiapkan diri dengan plan B. Rencana tidak akan selalu berjalan sesuai dengan yang dipikirkan. Kita tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi. Ada kalanya harus mempersiapkan beberapa rencana cadangan bila rencana utama gagal. Dulu, karena orang tua menyuruh kuliah di kedinasan, saya menjadikan ini sebagai plan B. Kalau tidak diterima di ITB lewat SNMPTN, saya akan ikut SBMPTN. Jika tidak diterima lagi, saya mendaftar sekolah kedinasan. Saya berlatih mengerjakan soal-soal seleksi masuk STIS dan STAN. Dulu sambil menunggu pengumuman SNMPTN, saya mengikuti seleksi STIS.

Itulah kawan, beberapa hal yang mungkin bisa saya sharing-kan dengan kalian. Mulai sekarang, pikirkanlah SNMPTN dengan baik-baik. Jangan sampai salah pilih dengan pilihan yang diambil. Persiapkan mental dan plan B dengan benar-benar. Allah pasti akan memudahkan jalan bagi hamba-Nya yang berusaha.

1 comment:

  1. misalnya saya mau daftar teknik mesin Undip dan nilai saya nanjak terus,tp belum ada alumni sekolah saya yg ketrima di situ,itu gimana ya peluangnya

    ReplyDelete

Powered by Blogger.