Manfaatkan 3 Jalan Ini, Peluang Masuk ITB Lewat SNMPTN Lebih Besar


Kampus ITB malam hari
Pada tulisan sebelumnya, di SNMPTN Bukan Momok Menakutkan, saya mencoba memberikan tips dan trik untuk masuk SNMPTN secara umum. Disitu juga saya sedikit menyinggung mengenai 3 jalan yang dipermudah untuk masuk ITB. Oleh karena itu, kali ini saya ingin mencoba menjelaskan lebih detail tentang tulisan saya itu.

Setelah bertapa selama 100 hari, meditasi selama 200 hari tanpa makan dan minum, dan survei ke 1000 orang di Jamaika mengenai SNMPTN ITB akhirnya saya mendapatkan beberapa rahasia yang mungkin tidak banyak orang tahu. Rahasia yang menunjukkan apabila proses SNMPTN di ITB ternyata cukup istimewa dibandingkan kampus lain. Apa istimewanya? Apa ada suatu rahasia? Sebentar-sebentar. Sebelum membahas rahasia itu, saya harus menunjukkan sebuah realita yang ada. Saat berbicara mengenai SNMPTN ITB, kita harus sepakat bahwa ada dikotomi SMA disini. Satu, SMA kota. Kedua, SMA di daerah. Serius memang ini yang terjadi. Tidak usah munafik dan mengelak bahwa kualitas intelektual siswa SMA di kota memang lebih tinggi daripada SMA di daerah-daerah. Saya tidak mengatakan kalau anak paling pintar di SMA daerah lebih bodoh daripada anak paling bodoh di SMA kota. Yang sedang saya bicarakan adalah peluang masuk ITB. Siswa yang berasal dari SMA daerah akan memiliki peluang masuk lebih kecil daripada siswa dari SMA kota. Ini karena apa? Karena Indeks Sekolah. Dari tadi, sebenarnya saya sedang mengungkap rahasia pertama di SNMPTN ITB yaitu sangat berpengaruhnya Indeks Sekolah. SMA yang saya lihat memiliki indeks sekolah bagus di mata ITB adalah SMA 8 Jakarta, SMA 28 Jakarta, SMA 81 Jakarta, SMA 3 Bandung, SMA 5 Bandung, SMA 5 Surabaya, SMA 3 Malang, SMA Taruna Nusantara, SMA 8 Pekanbaru, SMA 1 Surakarta dll. Ya intinya kebanyakan SMA di Bandung dan SMA di Jakarta. Jujur peluang mereka masuk ITB bisa jadi lebih besar. Untuk siswa dari SMA daerah yang biasanya keterima di ITB adalah yang biasanya punya piagam banyak dan nilai rapotnya bagus (rata-rata 90 keatas). Tapi malah sering ada kasus, siswa dari SMA bagus yang prestasinya biasa di sekolahnya mengalahkan siswa dari SMA tidak terkenal yang prestasinya luar biasa. Jadi yang dari SMA daerah gimana dong? Berarti SMA di daerah lebih sulit dong masuk SNMPTN ITB? Tenang, ternyata untuk anak daerah ada 3 jalan untuk bisa masuk SNMPTN ITB lebih gampang. Apa aja jalan itu?


1. Akselerasi
Kalau kamu siswa Aksel, saya berani sedikit jamin kalau kemungkinan kamu diterima di ITB lebih besar. Ini berdasarkan pengamatan aja sih. Biasanya, anak aksel itu seperti diberikan privilege khusus gitu. Teman saya yang anak aksel (dari SMA daerah) bahkan awalnya nggak percaya kalo bisa diterima di ITB. Mereka awalnya pesimis, karena mereka tidak pernah ikut lomba-lomba. Tapi buktinya bisa diterima. Kalo menurut saya sih pasti ada pertimbangan khusus untuk anak-anak aksel. Karena secara durasi sekolah sudah berbeda dengan reguler, otomatis penseleksiannya tidak bisa dong disamakan dengan yang reguler. Kalau menurut saya sih, anak aksel nanti akan bersaingnya sama anak aksel lain di SNMPTN ITB.

2. Beasiswa
Beasiswa yang dimaksudkan disini adalah beasiswa bidikmisi atau beasiswa afirmasi. Pendidikan diharapkan oleh pemerintah bisa menjadi pemutus rantai kemiskinan atau pengangkat derajat keluarga. Oleh karena itu, pemerintah menyediakan beasiswa bagi orang yang kurang mampu yaitu beasiswa bidikmisi. Dari pemerintah pasti memberikan kuota BM/ afirmasi disuatu universitas. Dan dari universitas itu harus memenuhi kuota yang diberikan. Tidak harus penuh sih, tapi sebisa mungkin hampir penuh.

Penilaian dari beasiswa BM/afirmasi sebenarnya juga cukup relatif. Kadangkala kondisi mahasiswa dari suatu universitas berbeda dengan kondisi mahasiswa di universitas lain. Seringkali bisa didapati kenyataan bahwa mahasiswa yang dapat bidikmisi di univ ini, belum tentu mendapatkan di univ itu. Nah karena ITB banyak dituju oleh anak-anak kota yang biasanya taraf ekonominya di golongan menengah ke atas, ITB sedikit berbaik hati pada proses seleksi SNMPTN. Bayangkan saja misalnya yang daftar masuk ITB adalah anak-anak kota yang berasal dari golongan menengah ke atas dan dari SMA yang sudah memiliki indeks bagus di mata ITB. Otomatis, siswa yang diterima di ITB kebanyakan juga dari gol menengah ke atas. Akibatnya apa? Kuota BM yang terpenuhi hanya sedikit. Oleh karena itu, kalau tidak salah siswa yang mendaftar BM akan disaingkan dengan yang mendaftar BM juga dengan kuota yang sudah ditentukan dan pertimbangan akademis yang dibutuhkan.

3. Peminatan
Peminatan merupakan sebuah program dari ITB yang berbeda dari jalur reguler. Kalau lewat peminatan, siswa akan memilih jurusan secara langsung. Saat ini disediakan 21 jurusan program peminatan. Contoh: Teknik Pertambangan, Teknik Fisika, dll. Untuk detail bisa kunjungi laman BERIKUT.

Ilustrasi: bayangkan seandainya kamu siswa yang ingin masuk Teknik Pertambangan /FTTM\. Kalau ingin jalur reguler, isi di SNMPTN pilih FTTM. Kalau peminatan bisa langsung isi Teknik Pertambangan. Saat ini kuota T. Pertambangan sekitar 100 mahasiswa. Apabila kamu lewat jalur reguler, kamu harus bersaing dengan ribuan mahasiswa. Dulu pas tahun 2014, yang daftar SNMPTN FTTM lebih dari 3000 siswa. Kursi yang disediakan hanya sekitar 200 an untuk SNMPTN. Kalau kamu masuk lewat peminatan, misalkan kuota peminatan Tambang sekitar 20-30 anggap saja yang daftar peminatan 300 siswa. Ya kamu hanya harus bersaing melawan 300 siswa. Untuk persaingan kualitas siswa pastinya juga lebih enak lewat peminatan karena jumlah siswa yang top-top lebih banyak yang mendaftar reguler di FTTM tentunya. Jadi, kemungkinan diterima lewat peminatan bisa lebih besar.

INI HANYALAH SEBATAS PENGAMATAN PADA TAHUN 2014. JANGAN TERLALU DIJADIKAN ACUAN YA.
TETAP SEMANGAT KAWAN-KAWAN!!

17 comments:

  1. Kalo untuk madrasah aliyah gimana gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Prinsipnya sama sih, akan diseleksi bersama lulusan SMA yg lain

      Delete
  2. Karo boleh tau kakak masuk ITB lewat jalur mana? Terus rata rata rapor kakak berapa? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan aku diterima lewat SNMPTN jadi tanpa tes. Selain itu, aku juga dapet beasiswa bidikmisi. Hehe

      Delete
  3. Kak mau nanya, apa yang bisa masuk ke ITB hanya lulusan sma? Smk bisa tidak?

    ReplyDelete
  4. Untuk SNMPTN, SMK hanya fakultas Seni Rupa dan Desain. Untuk fakultas lain bisa dengan SBMPTN

    ReplyDelete
  5. Jadi program peminatan itu lebih "mudah" untuk masuk ketimbang reguler?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurut saya, dilihat dari saingan dan perbandingan antara peserta/quota, bisa dibilang seperti itu. Tapi ini hanya sepengamatan saya saja. Bisa jadi salah

      Delete
  6. Kalo pengen ngambil program peminatan, di pilihan snmptnnya boleh gak milih ptn lain untuk pilihan kedua ?, jadi yang pil.pertama tetep fakultas yang ada prodi di program peminatan itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh saja Gan. Sambil baca-baca juga ya, pendaftaran peminatan yg sekarang seperti apa. Kalau dulu, selain daftar di snmptn juga harus isi formulir

      Delete
  7. jadi kuota peminatan dibedain ya dari fakultas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya seperti itu. Karena yg ambil peminatan, di tahun kedua tidak memilih jurusan, tapi langsung ditempatkan di jurusan yg dipilihnya. Otomatis pasti di SNMPTN, ada kuota peminatan, dan kuota reguler. Tapi tentunya kuota ini gak strict, juga melihat kualitas pendaftarnya.

      Delete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Kak, misalnya lolos snmptn itb tapi gak lolos program peminatan, jadinya tetep lolos snmptn itb dan keterima di fakultas pilihan atau gak lolos snmptn itb?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum pernah dengar case di atas terjadi. Tapi, seharusnya kalau dinyatakan lulus snmptn, ya kamu lolos di fakultas yg kamu daftar. Terlepas dari hasil peminatan seperti apa

      Delete

Powered by Blogger.