Financial Freedom Sekadar Imajinasi?

Saat ini rasanya sudah tidak asing lagi untuk mendengar istilah Financial Freedom.  Tapi, sebelum kita membahas lebih jauh lagi tentang Financial Freedom, alangkah lebih baiknya kita membahas Financial Literacy (Melek Finansial) terlebih dulu. Di era sekarang dimana sektor ekonomi terus mengalami perkembangan yang pesat, kemampuan melek finansial sangat diperlukan. Ya bisa dibilang financial literacy itu sebagai salah satu skill wajib dalam bertahan hidup. Penting untuk tahu dan memahami. Ilmu tentang melek finansial sebenarnya bukanlah ilmu yang sangat rumit, setidaknya itulah yang saya pikirkan selama mempelajari ini. Ini ilmu dasar, tapi sayangnya tidak pernah kita dapatkan di bangku sekolah. Jadi sebenarnya, apa yang dimaksud Financial Literacy? Kalau definisinya menurut saya, financial literacy adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengatur keuangannya dalam rangka mencapai tujuan keuangan, seperti: kemandirian finansial, kebebasan finansial, dll. Financial literacy ini meliputi banyak kemampuan, seperti: kemampuan budgeting, kemampuan mengatur prioritas kebutuhan, kemampuan menabung, kemampuan berinvestasi, dll.



Setelah kita menyadari bahwa financial literacy merupakan salah satu skill yang wajib dimiliki, baru kita membahas tentang tujuan keuangan (financial goals). Menurut Tony Robbins, ada 3 tingkatan tujuan keuangan, antara lain:

1. Financial Security
merupakan kondisi dimana pendapatan pasif mampu meng-cover kebutuhan-kebutuhan primer, seperti: pangan, sandang, dan papan. Dalam arti lain, basic expenses seperti uang makan, beli baju, cicilan rumah, kendaraan dll, bisa terpenuhi tanpa bekerja secara reguler.

2. Financial Independence
merupakan kondisi dimana seseorang tidak perlu bekerja reguler dan pendapatan pasif mampu meng-cover segala kebutuhan hingga tingkatan kebutuhan tersier.

3. Financial Freedom
merupakan kondisi dimana seseorang tidak perlu bekerja reguler dan pendapatan pasif mampu meng-cover segala keinginan. Dengan konsep ini, tujuannya adalah kita bisa menjadi orang yang merdeka, tidak selalu terikat pekerjaan yang menuntut kita untuk mengorbankan waktu, keluarga, kesehatan, liburan, dll. Apakah konsep ini hanya imajinasi? Bagi saya konsep ini bisa jadi imajinasi, bisa jadi tidak. Imajinasi adalah ketika seseorang hanya memiliki "cadangan" sedikit dan tidak punya aset yang produktif, namun memaksakan diri tidak bekerja lagi atau pensiun dini.

Saya sendiri memandang financial freedom ini bukanlah sebuah tujuan akhir kehidupan, melainkan hanyalah check point bahwa kita siap untuk menjalani hidup yang lebih berkualitas. Jadi, tidak ada istilah pensiun dini apabila financial freedom telah tercapai. Saya memiliki beberapa kriteria financial freedom, antara lain:
1. Memiliki aset yang mampu menghasilkan pendapatan sebesar kebutuhan tersier.
2. Memiliki pekerjaan yang sesuai passion tanpa mengorbankan kebutuhan lainnya seperti kesehatan, keluarga, liburan, dan aktualisasi diri.
3. Ikut berkontribusi secara finansial kepada masyarakat.

Tentunya definisi financial freedom bagi seseorang dan yang lainnya pasti berbeda, karena memang ini relatif. Ukuran kecukupan seseorang berbeda, tujuan hidup juga berbeda, kebutuhan hidup juga berbeda. Mencapai financial freedom tentu saja bukanlah sebuah hal yang mudah. Oleh karena itu, diperlukanlah financial literacy. Dengan memiliki skill melek finansial, saya rasa langkah untuk menuju kebebasan finansial akan jadi lebih mudah. Apa definisi financial freedom menurut kamu? Sudahkah kamu memperjuangkannya?

No comments:

Powered by Blogger.