Cermati Persamaan dan Perbedaan Deposito & Obligasi

Hallo, Gans. Kali ini saya ingin sharing mengenai produk investasi yaitu Deposito dan Obligasi. Apakah Juragan sudah pernah berinvestasi di kedua produk itu? Belum? Nah, kalau anda merupakan salah satu investor yang mau cari aman, tidak mau ambil resiko, bisa banget mencoba kedua produk investasi tersebut. Sebenarnya, apa saja perbedaan antara Deposito dan Obligasi? Tapi sebelumnya, kita bahas dulu ya apa yang dimaksud Deposito dan Obligasi. Deposito adalah produk bank sejenis tabungan, dimana uang yang disetorkan dalam deposito berjangka tidak boleh ditarik nasabah dan baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya.
obligasi

Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. (Source: Wikipedia)



PERSAMAAN
1) Dibatasi oleh tenor
Deposito dan Obligasi sama-sama dibatasi oleh tenor. Maksudnya tenor adalah jangka waktu. Jadi saat anda memutuskan menaruh uang anda di deposito atau obligasi, anda harus siap tidak mengambil uang anda dalam jangka waktu tertentu. Untuk deposito, jangka waktunya beragam ada yang 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan. Untuk obligasi ritel, tenornya biasanya 2 tahun. Ada juga obligasi jangka panjang yang memiliki tenor belasan hingga puluhan tahun.

2) Passive Income
Deposito dan Obligasi merupakan salah satu produk investasi yang menghasilkan passive income. Passive income itu artinya tanpa anda bekerja, akan ada pemasukan yang terus mengalir ke kantong anda. Untuk deposito, anda akan mendapatkan bunga investasi setelah tenor berakhir. Untuk obligasi, anda bisa mendapatkan kupon bunga obligasi secara berkala (setiap bulan atau sesuai dengan perjanjian) selama tenor.


PERBEDAAN
1) Pihak yang mengeluarkan
Deposito merupakan produk bank, sedangkan obligasi merupakan produk perusahaan atau pemerintah. Produk deposito merupakan produk yang dikeluarkan oleh bank. Untuk masyarakat yang ingin melakukan deposito, bisa langsung datang ke bank. Sedangkan, yang mengeluarkan obligasi (surat utang) adalah perusahaan atau pemerintah (SUN atau Surat Utang Negara). Namun, untuk pembelian biasanya bekerja sama dengan bank atau agen penjualan yang ditunjuk.

2) Besaran bunga dan pajak
Interest rate yang dijanjikan oleh deposito biasanya lebih kecil daripada kupon obligasi. Besaran bunga deposito tergantung bank dan suku bunga BI. Saat ini, bunga deposito ada di kisaran 5-6%/tahun. Bank berjenis BPR biasanya menjanjikan bunga lebih besar dari bank konvensional biasa. Sedangkan, bunga obligasi saat ini sekitar 5-12%. Selain bunga, pajak untuk obligasi juga lebih kecil, hanya sekitar 15%, berbeda dengan pajak deposito yang sekitar 20%.

3) Minimal investasi
Untuk obligasi ritel jangka pendek, minimal pembelian obligasi lebih kecil daripada minimal investasi deposito. Kisaran minimal pembukaan deposito biasanya sebesar 10 juta. Sedangkan, anda hanya butuh sekitar 1 juta untuk membeli obligasi ritel. Untuk obligasi ritel jangka panjang, minimal pembelian obligasi jauh lebih besar daripada minimal investasi deposito. Minimal pembelian obligasi jenis tersebut bisa puluhan hingga ratusan juta.

4) Diperdagangkan di pasar sekunder
Hampir semua obligasi (kecuali obligasi ritel SBR dan ST) diperdagangkan secara terbuka di pasar efek sekunder. Jadi harga obligasi bisa naik turun sesuai dengan mekanisme pasar, sehingga ada istilah at par value, over par value, dan under par value. Karena inilah kita bisa mendapatkan 2 keuntungan saat berinvestasi di obligasi yaitu kupon bunga dan capital gain. Ini tentunya berbeda dengan deposito yang tidak diperdagangkan di pasar sekunder.

Jadi seperti itulah persamaan dan perbedaan deposito dan obligasi. Sebelum berinvestasi, selalu bekali diri ya. Semoga bermanfaat!

No comments:

Powered by Blogger.