Analisis Fundamental Saham : Unilever (UNVR) - Q3 2019

Halo, Gan. Kali ini saya ingin analisa fundamental salah satu emiten dengan Kapitalisasi Pasar terbesar di BEI yaitu Unilever. Pembahasan kali ini hanya menggunakan analisa kualitatif, karena menurut saya tanpa hitung-hitungan, kita bisa menyimpulkan valuasi emiten ini.


TENTANG PERUSAHAAN
Unilever merupakan salah satu raja di sektor consumer goods di Indonesia dan di dunia. Tidak pernah kita lewatkan satu haripun tanpa produk dari Unilever. Produk-produknya dikenal masyarakat luas sebagai produk yang berkualitas, namun tetap terjangkau. Brand unilever sangat kuat dan dekat di kehidupan kita. Salah satu rule berinvestasi saham adalah membeli saham yang produknya sering dipakai. Brand yang kuat ini menjadikannya sebagai Top 5 Perusahaan dengan Kapitalisasi Pasar terbesar di BEI.

KINERJA PERUSAHAAN
Saham ini berencana akan melakukan stock split ke sekian kalinya pada awal tahun 2020, namun dengan harga sekarang apakah saham ini masih murah sehingga layak dikoleksi?

1. Net Income(EPS)
Laba bersih perusahaan selalu menunjukkan peningkatan selama 5 tahun terakhir dari 2014-2018. Walaupun diprediksi laba bersih perusahaan akan sedikit turun di tahun 2019 ini, namun tidak dapat dipungkiri perusahaan ini masih menunjukkan kinerja keuangan yang baik.
Grafik Net Income Unilever
2. Equity(Modal)
Seiring dengan peningkatan laba bersih, ternyata asset dan modal juga mengalami peningkatan setiap tahun. Tapi, selama beberapa tahun ini, kenaikan modalnya bisa dibilang kecil. Namun, anomali terjadi pada tahun 2018, hal ini dikarenakan lonjakan laba bersih dan pembagian dividen. Laba bersih yang meningkat pada tahun 2018 lalu disebabkan oleh penjualan beberapa lini bisnis yang dinilai memiliki return kecil, contohnya BlueBand.
Grafik Equity Unilever
3. Cash Flow (Arus Kas)
Arus kas operasi menunjukkan trend yang meningkat (positif). Kas dari financing juga bagus (negatif), artinya perusahaan rajin membayar hutang/dividen. Kas dari investasi juga bagus (negatif), dipergunakan untuk membeli capital assets, kecuali pada tahun 2018 karena adanya penjualan lini bisnis.
Laporan Arus Kas Unilever tiap tahun
ROE (Return on Equity) rata-rata selama 5 tahun berkisar antara 120-130%. Bukan kaleng-kaleng. Artinya, perusahaan ini sangat efisien dalam memaksimalkan modalnya. Tidak banyak perusahaan yang seefisien UNVR di BEI.

Selain ROE yang fantastis, Unilever juga sangat lihai memanfaatkan hutang sebagai leverage. Di tabel lapkeu bisa dilihat apabila DER Unilever ada di angka 2-3x. Bukankah DER segini kurang bagus? Apabila hutangnya didominasi hutang bank/jangka panjang DER segitu bisa dibilang buruk. Tetapi, ternyata hutang Unilever ini didominasi oleh hutang yang tidak berbunga, seperti: hutang ke supplier dan third party lainnya. Saat saya cek laporan keuangan 2018 lalu, hutang ke bank ternyata hanya 460 M, padahal ekuitasnya 7 T. Artinya, DER hutang berbunga hanya 6.5%. Dengan hutang berbunga yang kecil, bisa dibilang tidak akan mempengaruhi beban keuangan perusahaan di masa depan. UNVR mampu menggunakan hutang sebagai leverage dengan baik. Rumus: ROE =ROA×(1+DER). Dengan ROA yang sudah di kisaran 30-40%, didongkraklah ROE ke angka >100%.

Secara kinerja perusahaan, Unilever is a top company. Cash flow sangat sehat, hutangnya mampu dimanfaatkan dengan baik, ROE di atas 100% yang artinya langsung balik modal dalam satu tahun. Just WOW untuk kinerja perusahaan Unilever!

VALUASI SAHAM
Setelah membahas kinerja perusahaan yang sangat menakjubkan, sekarang mari kita bahas valuasi sahamnya dari 3 point saja yaitu PBV, PER, dan DPR.

1. PBV (Price to Book Value)
Dengan referensi harga saham hari ini (25 November 2019) di 42075 artinya market cap nya sebesar 321 Trilyun. Dengan mengambil nilai ekuitas pada September 2019 sebesar 6.89 T.
Maka, PBV = 321/6.89 = 46.5x 
Mahal.

2. PER (Price Earning Ratio)
Dengan referensi harga saham hari ini di Rp 42075 dan EPS hingga Sep 2019 (utk 9M) sebesar Rp 722, yang apabila disetahunkan menjadi sebesar Rp 963. 
Maka, PER = 42075/963 = 43.7x
Sangat mahal.

3. DPR (Dividen Payout Ratio)
Semenjak tahun 2015, UNVR selalu membagikan hampir seluruh laba bersihnya kepada pemegang saham (99%). Bagi anda yang mengincar equity growth saya rasa UNVR bukan pilihan yang tepat. Kenapa? Dengan pembagian laba bersih hampir 100% ke investor, artinya sudah tidak ada lagi laba ditahan yang akan diputar lagi untuk usaha. Secara proyeksi modal, ini jelas buruk.

Dari segi PBV dan PER, sudah sangat jelas apabila perusahaan ini sangat mahal. PBV lebih dari 1 sebenarnya sangat bisa dimaklumi apabila ROE nya tinggi, namun lihat juga PER nya. PER yang mencapai 45x sudah sangat mahal menurut saya. Membeli perusahaan dengan PER sebesar ini itu ibarat investasi namun baru akan balik modal 45 tahun lagi. Inipun dengan catatan laba bersih UNVR konsisten di atas 100%.

Satu faktor yang sering terabaikan adalah dividen dan laba ditahan. Hitung-hitungan kasar saja ya. Misal, Perusahaan A modal 100jt, ROE 100%, DPR 100%.  Perusahaan B modal 100jt, ROE 20%, DPR 20%. Menurut kamu mana yang lebih layak diinvestasikan hingga 30 tahun ke depan?

Perusahaan A
Kamu akan mendapatkan dividen sebesar 30×100%x100jt = 3M. Namun, ekuitas perusahaan A akan tetap 100jt. Total nilai investasi setelah 30 tahun adalah 3.1M.

Perusahaan B
Saya buat ringkasan saja ya,
Tahun         Laba        Dividen        Ekuitas
0                     0              0                     100
10                  76            15                   441
30                1480         296                8585
Hasil investasi untuk perusahaan B, ROE hanya 20% dengan DPR 20% selama 30 tahun modal 100jt yaitu dividen sebesar 2,1M dan ekuitas yang menjadi sebesar 8,59 M. Total nilai investasi setelah 30 tahun adalah 10.69 M.

Secara jangka panjang, perusahaan B lebih layak diinvestasi walaupun memiliki ROE yang lebih kecil. Ini dikarenakan laba yang didapatkan terus diputar kembali untuk kegiatan usaha.

*Hitungan yang saya lakukan di atas sangat kasar ya. Tidak memperhitungkan discount rate, DER dll.

KESIMPULAN
Apabila kamu mengincar equity growth di saham UNVR, anda memilih perusahaan yang kurang tepat. ROE memang sangat tinggi, tapi Dividend Payout Ratio (DPR) hampir 100% artinya perusahaan sudah tidak memiliki ruang untuk ekspansi lagi. Unilever sudah dapat dikategorikan sebagai mature company.

Lalu, apabila kamu mengincar dividennya saja, menurut saya sudah terlalu mahal.
(-) DPR 100% = EPS
(-) Dividend Yield Unilever = 963/42075 = 2.3%
Dividend Yield UNVR bahkan lebih kecil daripada inflasi (2-3%). Padahal tujuan kita berinvestasi salah satunya untuk mengalahkan inflasi sehingga kekayaan tidak tergerus oleh inflasi. Dividend yield UNVR juga lebih kecil daripada bunga deposito. Padahal semua laba bersih sudah dibagikan lho. Jika mengincar dividen, saya rasa lebih baik cari saham yang memiliki PER di bawah 10x, seperti saham batubara (PTBA, ITMG), dll.

Secara kinerja perusahaan, Unilever harus diakui merupakan top company. Namun secara valuasi saham, menurut saya Unilever sudah mahal (overvalued). Walau begitu, faktor lain seperti brand dan statusnya sebagai saham defensif bisa jadi pertimbangan untuk menentukan sikap investasi.

Disclaimer: Tulisan ini tidak dibuat sebagai rekomendasi jual/beli. Hanya analisis mengenai kinerja perusahaan dan valuasi saham berdasarkan laporan keuangan. Keputusan jual/beli ada di tangan anda. Do Your Own Research!!

No comments:

Powered by Blogger.