Teknik Menyisihkan Gaji dan Menabung (100% Works)

"Boro-boro investasi, nabung aja susah!!" Kamu sedang menghadapi kondisi dimana gaji selalu habis, padahal kamu ingin nabung atau investasi? Nih, simak tips & trik menyisihkan gaji agar gaji tidak selalu habis, tapi bisa menjadi tabungan atau investasi. Tips-tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya ya. Check this out!!

1. BUDGETING (MEMBUAT ANGGARAN)
Langkah pertama ini merupakan langkah paling krusial agar kamu bisa mulai menyisihkan gaji yang diterima. Yang harus dilakukan antara lain:
-Bikin anggaran untuk pemasukan dan semua pos pengeluaran
-Kurangi anggaran pengeluaran di pos yang tidak terlalu prioritas 

Contoh budgeting bulanan
Pemasukan:
-Gaji: 4.5jt
-Uang transportasi: 500k
Total: 5jt

Pengeluaran:
-Kos: 800k
-Makan: 40k x 30 = 1.2jt
-Bensin: 200k
-Nongkrong/entertainment: 300k
Total: 2.5jt
Cashflow = 5-2.5 = +2.5jt 

Budget di atas bisa kamu sesuaikan dengan prioritas dan kebutuhanmu ya. Kuncinya adalah pemilihan PRIORITAS.  Intinya, prioritaskan pada kebutuhan/hal yang penting dan berharga untukmu dan kurangi pengeluaran di hal yang tidak terlalu kamu butuhkan. Misal, pengeluaranmu membengkak di nongkrong dan skincare, tapi kamu bisa untuk tidak nongkrong daripada tanpa skincare. Ya anggarkan saja skincare, hilangkan anggaran nongkrong. Jika sudah membuat budget, usahakan mengikuti budget yang telah dibuat secara disiplin dan konsekuen.


2. TRACKING PEMASUKAN DAN PENGELUARAN
Jika kamu sudah membuat budget dan sudah berusaha disiplin, langkah selanjutnya adalah mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran yang telah dilakukan. Pencatatan pemasukan dan pengeluaran ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengeluaran masih sesuai dengan budget atau tidak. Bisa juga untuk evaluasi mana pengeluaran yang sering bikin dompetmu tekor sehingga harus dikurangi. Kamu bisa mencatat pemasukan dan pengeluaran pakai notes, excel, aplikasi, dll. Saya pakai aplikasi di smartphone. Apps yang saya gunakan yaitu AndroMoney. Kalian bisa download aplikasi sejenis, seperti: Money Lover, Catatan Keuangan, dll.

Disiplin adalah kuncinya. Saya punya banyak teman yang sangat semangat saat hari pertama mencatat. Tapi, setelah beberapa hari aplikasinya gak terpakai lagi. Catatlah tiap hari semisal sebelum tidur. Agar jadi kebiasaan, mulai usahakan mencatat selama 21 hari berturut-turut.


3. ALOKASI GAJI
Ini salah satu trik yang menurut saya manjur banget buat nabung/investasi. Kamu langsung alokasikan gaji yang diterima di awal bulan ke beberapa akun, seperti: checking account, emergency account, saving account, investment account, expense account. Kalau digambarkan di diagram alir seperti gambar berikut:

skema alokasi gaji
Skema Alokasi Gaji
-Checking account: akun untuk menerima gaji (fungsi untuk distribusi gaji ke beberapa akun)
-Emergency account: akun yang menampung dana darurat
-Expense account: akun untuk pengeluaran sehari-hari
-Saving account: akun untuk tabungan
-Investment account: akun untuk berinvestasi 
Jadi saat kamu terima gaji, kamu harus mengalokasikan gaji untuk semua pos akun di atas.

Kondisi 1: jika kondisi kamu sama sekali tidak ada uang cash
Fokuslah mengisi emergency account (akun dana darurat) hingga dana darurat terkumpul sesuai rule of thumb berikut:
-Single: 4 x pengeluaran bulanan
-Menikah: 6 x pengeluaran bulanan
-Punya anak: 12 x pengeluaran bulanan 

Kondisi 2: jika dana darurat sudah terpenuhi sesuai rule of thumb
Maka, alokasikan gaji sesuai dengan profilmu. Jika profilmu agresif (investasi) tentunya porsi investasi lebih besar atau sebaliknya. Saya kurang setuju dengan sistem persentase karena gaji dan pengeluaran orang berbeda-beda, lebih baik membuat sistem alokasi sendiri. Kalau saya selama ini begini;
Profil saya agresif (suka investasi)
  -Expense account: 25%
  -Saving account: 10%
  -Investment account: 65%

Contoh aturan alokasi yang mungkin bisa diterapkan pada setiap profil untuk gaji 5-10jt (single) sebagai berikut:
Konservatif (cenderung boros)
  -Expense: 70%
  -Saving: 30%

Medium
  -Expense: 50%
  -Saving: 30%
  -Investasi: 20%

Agresif (cenderung hemat)
  -Expense: 30%
  -Saving: 20%
  -Investasi: 50%

Usahakan untuk membuat 1 akun bank untuk setiap pos (pengeluaran, dana darurat, tabungan, investasi). Kenapa? Ini kuncinya. Jika, kamu biarkan uangmu bercampur, misal untuk pos pengeluaran dan tabungan tercampur, udah pasti uang yang kamu alokasikan untuk tabungan lama-kelamaan akan habis karena tidak sengaja terambil untuk pengeluaran. Sehingga, sistem 1 akun bank untuk 1 pos, menurut saya cukup efektif untuk membentuk habit saving dan investasi. Namun, perlu diperhatikan juga terkait biaya administrasi bank, jangan sampai gara-gara pemisahan akun bank malah bikin biaya admin membengkak. Pilih bank dan produknya yang ada fitur free biaya admin, bahkan kalau bisa ada fitur gratis transfer. Emang ada? Ada. Contoh produk yang free biaya admin; produk Tabunganku di semua bank. Contoh bank yang gratis biaya admin dan biaya transfer; DBS dan BTPN Jenius.


4. MANAJEMEN HUTANG
Usahakan maksimal cicilan konsumtif (jangka pendek/jangka panjang) tidak lebih dari 30% gaji. Lebih dari itu, bisa dibilang keuanganmu sudah tidak sehat. KAlau bisa tanpa utang konsumtif justru lebih baik. Contoh cicilan konsumtif: cicilan kendaraan, cicilan credit card, cicilan pinjol.

- Rule berhutang:
1. Kalau bisa tidak usah (apalagi untuk kegiatan konsumtif)
2. Kalau terpaksa banget, jangan sampai total cicilannya lebih dari 30% gaji
3. Jangan berhutang di lintah darat/institusi yang bunganya > 20%/tahun
4. Pastikan paham perjanjiannya dan mampu bayar 

-Rule memberi hutang:
1. Kalau bisa jangan beri pinjaman ke keluarga/saudara/sahabat jika tidak siap dengan resiko; kehilangan uang atau kehilangan persahabatan/keluarga.
2. Hanya memberikan utang ke orang yang terpercaya dan memiliki kemampuan bayar.
Rule di atas bukan bermaksud pelit pada teman/keluarga ya. Kalau kamu tidak siap kehilangan uang dan nanti malah menghancurkan hubungan pertemanan/keluarga, saran saya sih tidak usah memberikan pinjaman. Menurut saya, daripada bentuknya utang lebih baik bentuknya bantuan/donasi seikhlasnya.

FAQ:
A: Nyicil rumah/tanah gimana?
B: Menurut saya, rumah/tanah masuk ke investasi. Jadi, cicilan rumah/tanah tidak masuk dalam cicilan konsumtif, tapi ke pos investasi. Namun perlu diperhatikan juga, jangan sampai investasi kamu cuma berwujud rumah/tanah ya, karena aset tersebut kurang liquid.

No comments:

Powered by Blogger.