Cara-Cara Investasi Emas

Kali ini saya ingin sharing cara-cara berinvestasi emas berdasarkan pengalaman pribadi. Sepengamatan saya, ada 3 cara yang common digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berinvestasi emas:
1. Emas perhiasaan
2. Emas fisik (batangan, koin)
3. Tabungan emas

1. Emas Perhiasan


Emas dapat dibentuk menjadi beberapa produk perhiasan, seperti: kalung, cincin, gelang, dll. Utk cara ini sepertinya tidak perlu saya jelaskan lebih detail karena metode ini merupakan cara paling common yang digunakan oleh para orang tua, terutama ibu-ibu. 

Kemurnian emas perhiasaan biasanya diukur dalam satuan karat. Kemurnian 100%, ditunjukkan dengan satuan 24 karat. Mengapa emas perhiasaan jarang ada yang 24 karat? Ini dikarenakan sifat emas murni yang cenderung lunak. Karena kelunakan inilah, apabila emas 24 karat tersenggol/terjatuh, bisa bengkok/tergores. Oleh karena itu sebagai perhiasan, emas harus dicampur dengan logam lain seperti: perak, palladium, tembaga, dll agar lebih keras (rigid). Saat membeli emas perhiasaan, ada pedoman untuk menghitung nilai intrinsiknya, sehingga bisa jadi pertimbangan apakah harganya murah/mahal.

Nilai intrinsik = (Karat perhiasan/Karat murni (24)) × Harga emas 24 karat saat itu

Contoh: Gelang 18 karat 1 gram, harga emas antam saat pembelian 1juta/gram. Maka, nilai intrinsik = 18/24×1jt = 750 ribu. Jika harga jauh di atas/di bawah nilai intrinsik, harusnya pembeli emas perhiasan mulai notice. Saya sendiri kurang merekomendasikan membeli emas dalam bentuk perhiasan, jika niat utamanya berinvestasi.

Cara: bisa membeli di toko emas terdekat di kota anda atau bisa membeli secara online.

2. Emas Fisik (Batangan, Koin)


Emas ini merupakan emas murni 24 karat yang dicetak dalam bentuk batangan. Di Indonesia, saat ini ada beberapa produsen (pencetak) emas batangan antara lain:
1. Antam
2. UBS (Untung Bersama Sejahtera)
3. King Halim
4. HWT
5. Lotus Archi
Jadi jangan bingung ya misal ada emas UBS, emas antam, dll. Itu hanya beda produsen (pencetak) saja. Beda produsen, biasanya harganya juga beda (tapi selisih dikit). Sepengamatan saya, yang dihargai paling tinggi di pasar itu emas cetakan antam. Mungkin ini dikarenakan branding ya (?).

Emas batangan dijual dalam beberapa satuan dari 0.5 gram hingga 1000 gram. Makin kecil satuan gramnya, biasanya harga per gram makin mahal.
Contoh harga emas antam hari ini (25 Juli 2020):
Satuan 1gr = 1jt, atau 1jt/gram
Satuan 100gr = 93.4jt atau 934ribu/gram

Harga emas tiap satuan gram

Apa ini artinya harus beli emas yang gramnya lebih besar? Eits, maksudnya tidak begitu. Kita tetap harus mempertimbangkan terkait likuiditas. Makin kecil, tentunya makin likuid. Saat kita memiliki emas dengan gram kecil, apabila ada keadaan emergency, emas bisa dijual sedikit-sedikit tidak harus langsung dijual dalam satuan besar. Bagaimana cara membeli/menjualnya? Setidaknya ada 2 cara yang biasa saya pakai.

a. Offline
-Datang ke toko emas lokal yang menjual emas batangan/Butik Emas Antam/Galeri 24.

Alamat Butik Emas Antam:

Alamat Galeri 24 (Pegadaian):

b. Online
Sebenarnya banyak cara jual/beli emas batangan secara online. Kalo disebutin satu-satu mungkin akan full. Ini saya sebutin setau aja ya...

-Toko emas di Marketplace
Ada banyak toko online yang menjual emas di Tokped/Shopee/marketplace lain. Kita tinggal transaksi aja.

-LM ANTAM
Untuk yang mau beli langsung dari antam scr online, bisa lewat

-Oriori

Apabila memilih berinvestasi dengan cara membeli emas fisik batangan, jangan lupa utk memperhatikan keamanannya ya. Minimal sih harusnya punya safe deposit box untuk tempat penyimpanan emas batangan.

3. Tabungan Emas

Ingin menghindari risiko pencurian saat memiliki emas? Salah satu solusinya adalah tabungan emas. Beberapa tahun belakangan mulai banyak muncul platform yang menyediakan tabungan emas. Tabungan emas ini prinsipnya bagaimana sih? Sesuai namanya, jadi kita membeli emas di suatu platform. Emas yang telah kita beli ini akan menjadi SALDO EMAS. Saldo emas akan disimpan di platform tsb. Kita bisa membeli sedikit demi sedikit emasnya. Setelah terkumpul, saldo emas bisa dijual atau dicairkan (cetak fisik). Konsepnya sama persis menabung. Cuma bedanya yang kita tabung bukanlah uang, tapi emas.

Ada beberapa platform yang menyediakan program tabungan emas:
1. Pegadaian
2. IndoGold
3. Marketplace (Tokped Emas, Bukaemas, dll)
4. Platform emas digital lain yang terdaftar di BAPPEBTI

Kalo saya saat ini pakai 2 platform: Pegadaian dan Indogold. Kenapa tidak marketplace? Karena marketplace juga kerjasama dengan 2 platform ini. Misal, Tokopedia dengan Pegadaian, BukaEmas dengan Indogold.

Review Tabungan Emas
1. Pegadaian
Kelebihan:
-Nominal pembelian emas yang kecil (minimal 0.01 gram ~ 9.800 rupiah)
-Dikelola oleh profesional (BUMN)
-Satu orang bisa memiliki beberapa rekening tabungan emas
-Outlet tersebar di seluruh Indonesia (hampir ada di setiap kecamatan)

Kekurangan:
-Ada biaya penitipan sebesar Rp 30.000,-/tahun
-Spread harga jual-beli yang cenderung lebih besar
-Harga yang kurang real time
-Pencetakan emas fisik yang kurang fleksibel (hanya bisa dilakukan di outlet pembukaan rekening emas)
-Layanan jual-beli tidak 24/7


2. Indogold
Kelebihan:
1) Minimal pembelian emas yang kecil (minimum Rp 10.000,-).
2) Terdaftar di OJK
3) Menjadi partner beberapa e-commerce
4) Layanan Jual-Beli Emas 24/7
5) Harga real time
6) Tidak ada biaya penitipan
7) Emas fisik bisa dicetak dan dikirim kemanapun

Kekurangan:
1) Metode pembayaran masih terbatas
2) Spread jual-beli yang relatif besar

No comments:

Powered by Blogger.