Ini 5 Tips agar Tidak Terjebak Investasi Bodong

Investasi menurut definisi saya adalah aktivitas membeli suatu aset dengan harapan aset ini akan memberikan timbal balik di masa depan. Oleh karena itu, investasi dapat digunakan sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan income dan kekayaan. Banyak orang beramai-ramai mencoba investasi, dari karyawan, pegawai negeri bahkan pengusaha yang sudah punya usaha sendiri pun tidak ketinggalan untuk investasi. Kondisi ini menciptakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh orang-orang berniat buruk. Saat niat buruk bertemu dengan kesempatan terjadilah kejahatan, seperti: penipuan, perampasan, dan lain-lain. Tak heran makin kesini makin sering kita dengar kasus-kasus investasi bodong.

Statistik kasus investasi bodong tahun 2011-2021

Saya mengamati banyak sekali modusinvestasi bodong, ada yang berbentuk MLM (jualan produk, jasa dengan skema piramida), investasi emas, saham, crypto, usaha agrikultur bahkan pengumpulan modal usaha. Namun walaupun punya modus yang berbeda-beda, saya amati ada satu kesamaan yaitu investasi bodong sudah pasti menjanjikan return yang tinggi dan jika dibedah lebih dalam mereka punya skema yang sama yaitu ponzi scheme.

Jujur, saya sendiri pernah jadi korban investasi bodong pada saat masih kuliah tahun 2017 lalu. Dulu saya kuliah di jurusan teknik, yang mana tidak ada pelajaran atau ilmu mengenai personal finance. Saat itu, saya punya sedikit uang dingin sekitar 4 juta dan melihat ada peluang bisnis yang cukup menggiurkan bernama "Bitconnect". Tanpa pikir panjang saya langsung saja berinvestasi. Bitconnect ini semacam platform investasi cryptocurrency yang menjanjikan return 1%/hari. Katanya, return ini berasal dari keuntungan trading crypto yang dilakukan oleh robot. Tidak hanya dari bagi hasil, kita juga bisa mendapatkan keuntungan dari referal (mengajak orang bergabung). Singkat cerita, platform ini tiba-tiba saja tutup, bebarengan dengan hancurnya harga bitcoin di akhir tahun 2017. Alhasil uang saya nyangkut dan sampai saat ini tidak kembali karena platformnya sudah hilang ditelan bumi. Pengalaman yang cukup pahit dan berharga bagi saya. Mungkin lain waktu, akan saya buatkan tulisan khusus mengenai pengalaman investasi saya di bitconnect.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara kita agar menghindari investasi bodong? Berikut tips dari saya agar tidak terjebak investasi bodong. Check this out!!

1. Selalu Pelajari Bisnisnya

Banyak korban investasi bodong yang saya amati tidak pernah melakukan riset mendalam terkait bisnis dari investasi tersebut. Contohnya saya saat memutuskan investasi di bitconnect. Walaupun dijelaskan bahwa return 1%/hari dari keuntungan trading cryptocurrency, saya tidak benar-benar mengetahui apa itu cryptocurrency. Saya tidak paham sama sekali mengenai crypto saat itu. Istilah trading pun baru dengar saat kulian Terus, saya juga percaya saja bahwa ada robo trading yang mampu menciptakan keuntungan 1%/hari. Wujudnya pun saya tidak pernah lihat.

Saya rasa yang saya alami, dialami juga oleh para korban investasi bodong lain. Contohnya, kasus suntik modal alkes. Mereka dijanjikan investasi alkes akan dapat untung beberapa persen per bulan, tapi tidak pernah mengecek apakah bisnis alkes ini benar ada atau tidak. Harusnya investor ini tidak berhenti di pertanyaan "dapat return berapa?". Minimal banget, sebagai investor itu bertanya 5W+1H. Kita cek betul-betul bisnisnya dari mulai lokasi, pemimpin, client, customer, supplier, model bisnis, keuntungan darimana, dll. Intinya, jangan membeli kucing dalam karung.

2. Tetap Rasional dengan Tidak Tergiur Return Tinggi

Hampir semua investasi bodong menjanjikan return/keuntungan yang tinggi. Karena memang sisi yang menarik ya cuma itu. Nggak ada lagi faktor pendorong selain dari return. Besarnya dan sistem bagi hasilnya beragam. Ada yang keuntungannya diberikan tiap hari tapi uang modal ditahan, ada yang keuntungannya diberikan setelah beberapa bulan dan uang modal dikembalikan, dll. Pokoknya kalau dipikir-pikir sangat mencengangkan angka returnnya. Ambil contoh bitconnect di atas yang punya return 1%/hari artinya kalau disetahunkan 365%. Wow. Investasi apa coba yang bisa menghasilkan keuntungan 3x lipat? Too good to be true. Terkadang ada yang tidak menjanjikan return tetap, tapi mungkin bentuk janjinya seperti ini: dapat mobil/rumah kalau bisa jual berapa pcs atau ajak orang berapa ratus. Ya pokoknya janji keuntungannya itu too good to be true lah.

Kalau saya jadi pengusaha dan punya bisnis yang sangat menguntungkan, jujur saja saya tidak akan bagikan ke orang-orang sih, apalagi sampai buka slot investasi (bedakan dengan franchise yang sudah termasuk fase development). Karena kalau ada investor masuk, artinya keuntungannya akan dibagi-bagi ke mereka. Ibaratnya seperti jika kita menemukan tambang emas, apakah kita akan ngajak-ngajak orang? Tentu, tidak kan. Coba pikir deh, alasan "pengusaha bodong" ini buka slot investasi ke orang umum untuk apa? Tidak punya uang karena butuh modal? Tinggal ke bank, bisa pinjam. Banyak fasilitas kredit yang menawarkan bunga rendah. Nggak bisa pinjam bank? Bisa pinjam ke keluarga/saudara/teman dekat. Kalau bisnisnya emang profitable, pasti keluarga/saudara/teman dekat mau beri pinjaman. Kalau orang terdekatnya saja tidak mau memberikan pinjaman, masa kita yang yang nggak kenal sama dia, mau kasih investasi semudah itu? Cobalah lebih rasional.

Untuk mempermudah mengenali suatu investasi yang ditawarkan itu too good to be true atau tidak, kita bisa membandingkannya dengan return aset/investasi lain. Berikut return beberapa investasi di Indonesia yang wajar:
-Deposito: 2-5%/tahun (tergantung suku bunga)
-Obligasi: 4-11%/tahun (tergantung rating, suku bunga)
-P2P Lending: 10-20%/tahun (tergantung kualitas kredit)
-Saham: 5% - 25%/tahun (benchmark Warren Buffett yang punya return historis 20%/tahun secara konsisten)

Saran saya, jika menemukan atau ditawari investasi yang tidak rasional, hindari saja.

3. Jangan SERAKAH

Sebagian besar orang yang sudah tahu investasi itu too good to be true dan tidak rasional, tapi tetap saja masih terjebak investasi bodong. Tidak sedikit pula orang yang terjebak investasi bodong itu golongan orang-orang yang punya gelar pendidikan tinggi dan golongan menengah ke atas. Pertanyaannya, kenapa bisa? Salah satu jawabannya adalah karena mereka serakah. Orang-orang ini telah dibutakan hasrat keinginan cepat kaya dan keserakahan sehingga walaupun mereka tahu investasi tidak rasional, mereka tetep investasi. Saran saya. kurangi sifat serakah

4. Berani Menolak

Banyak orang yang terjebak investasi bodong bukan karena serakah ataupun karena tidak tahu kalau suatu investasi itu tidak rasional, tapi bisa jadi karena ditawari orang terdekat/tokoh agama/t. Minimal sekali, kalian pasti pernah diajak atau ditawari oleh keluarga/teman untuk berinvestasi di produk berbau MLM. Terus kita kadang sungkan untuk menolak karena takut dianggap tidak sopan dan bisa merusak persaudaraan atau pertemanan. Oleh karena itu, jika kita tau itu investasi bodong dan masih sayang dengan uang, harus berani untuk menolak. Diputuskan pertemanan? Risiko. Toh, jika ikut investasi bodong itu dan uang kita tidak bisa kembali, hubungan pertemanan atau keluarga juga bakal rusak. Hehehe

5. Tingkatkan Literasi Finansial

Salah satu faktor yang menyebabkan orang bisa tertipu investasi bodong adalah karena literasi finansial yang rendah. Topik mengenai finansial tidak pernah diajarkan saat di bangku sekolah. Oleh karena itu, tingkat pendidikan tidak menentukan tingkat melek finansial seseorang. Saya kuliah di salah satu kampus terbaik di Indonesia, tapi dulu kok bisa saya tertipu investasi di bitconnect? Ya karena tingkat literasi finansial saya masih rendah. Positifnya setelah kejadian itu, saya semakin semangat belajar tentang keuangan. Sedikit banyak, ini telah meningkatkan literasi finansial saya. Bahkan sekarang saya bisa menyimpulkan suatu investasi berpotensi bodong atau tidak hanya dengan mempelajari skema bisnisnya.

Jika ingin menghindari investasi bodong, saran saya tingkatkan literasi finansial. Pelajari hal-hal mendasar seperti Ponzi Scheme atau skema piramida agar bisa membedakan apakah investasi itu legit atau tidak. Meningkatkan literasi finansial ini banyak sekali manfaatnya. Selain bisa menghindari investasi bodong, kita juga bisa mengakumulasi kekayaan dengan lebih cepat.

No comments:

Powered by Blogger.